Rabu, 18 Oktober 2017

berita kesehatan - Kulonprogo Baliho Bersih Dari Iklan Rokok

Kulonprogo Baliho Bersih Dari Iklan Rokok


Pemkab Kulonprogo Santai, Baliho Bersih Dari Iklan Rokok Dalam pembatasan iklan rokok yang ada di sejumlah titik vital khususnya di Kabupaten Kulonprogo,
Daerah Istimewa Yogyakarta ini tidak pernah membuat pendapatan daerah itu terus berkurang. Dan baliho-baliho yang biasanya ada diisi dengan iklan rokok, kini telah diganti produk lain.

Menurut dari Bupati Kulonprogo, yaitu dr Hasto Wardoyo SpOG(K),
yang telah pendapatan dari iklan rokok itu juga bisa mencapai dalam Rp600 juta setahun. Setelah dalam pembatasan iklan rokok yang sudah dijalankan,

maka Hasto juga tetap optimis bahwa akan rezeki untuk daerah yang telah dia pimpin itu tak akan pernah berkurang sama sekali.

“Saya kira jika rezeki itu bisa datang dengan cara yang lain,” kata Hasto saat sedang berkunjung ke SCTV Tower.

Dan di dalam Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2014 tentang mengenai Kawasan yaitu Tanpa Rokok disebutkan,
jika ada pembatasan dalam pemasangan iklan rokok yang ada di Kulonprogo. Tidak boleh jika memasang iklan dekat tempat ibadah,
dan sekolah, Puskesmas, dan juga rumah sakit. Hasto juga meyakinkan bahwa tak ada baliho rokok di daerah yang telah dia pimpin.

Selain dari pembatasan iklan rokok, lewat Perda tersebut juga ada melarang sebuah perusahaan rokok yang akan menjadi sponsor dalam berbagai acara di kabupaten yang tentunya terletak di barat Yogyakarta itu.
Hal ini juga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam proses pengendalian tembakau pada warganya.

“Ini juga jauh dari sekolah tapi dekat dari jarak rumah sakit. Yang ini juga jauh dari Puskesmas tapi ya dekat dengan rumah ibadah. Akhirnya, ya,
sangat sulit, jadi mereka untuk memilih tidak memasang iklan baliho rokok. Ya, kalau yang kecil-kecil itu untuk nutup warung dari panas itu pasti memang ada,” kata dia.

Dan peraturan Daerah itu juga hadir setelah Hasto, yang juga merupakan seorang dokter spesialis kebidanan dan juga kandungan ini,
dan melihat angka pembelian rokok yang amat tinggi pada masyarakatnya. Pembelian rokok berada di urutan nomor dua yaitu sesudah beras.

0 komentar:

Posting Komentar