Sabtu, 21 Oktober 2017

berita kesehatan - Dapatkah HIV atau AIDS disebarkan lewat ASI?? Walau seringkali digembar-gemborkan


Dapatkah HIV atau AIDS disebarkan lewat ASI??  Walau seringkali digembar-gemborkan

 


berita kesehatan - Dapatkah HIV atau AIDS disebarkan lewat ASI??  Walau seringkali digembar-gemborkan, tetapi pengetahuan juga akan penyakit HIV/AIDS

kelihatannya masih tetap merasa samar-samar untuk beberapa orang.
Banyak asumsi yang salah juga akan penyakit ini di kalangan semua orang.

Termasuk juga juga dengan miskonsepsi mengenai media penyebaran HIV/AIDS.

Hal yang harus Anda kenali yaitu kalau AIDS cuma juga akan menyebar lewat cairan badan serta darah.

Lalu, bagaimana dengan masalah waktu seseorang ibu yang terserang HIV/AIDS menyusui bayinya? Dapatkah HIV/AIDS menyebar lewat air susu?

Diambil dari website Ikatan Dokter Anak Indonesia,
air susu ibu tetaplah memiliki kandungan virus HIV
serta peluang beberapa bayi untuk tertular virus ini lewat ASI begitu besar sekali.

Menyikapi hal semacam ini,
jadi organisasi kesehatan dunia atau WHO juga mengaplikasikan banyak hal yang harus dikerjakan beberapa ibu dengan HIV untuk menyusui.

Sebagian ketentuan itu yaitu dengan ketentuan untuk memberi ASI dengan eksklusif cuma sepanjang 6 bln.

pertama, lalu saat di rasa si bayi telah mempunyai system kebal badan yang baik,

jadi untuk setelah itu juga akan diberi susu formula tersebut makanan pendamping ASI.

Lalu untuk ‘menjinakkan’ virus itu, beberapa ibu dengan HIV harus juga senantiasa konsumsi obat ARV atau anti retroviral virus.

Pemberian ARV ini juga bahkan juga diharuskan untuk dikonsumsi sejak masa kehamilan.

Pemberian ASI dari ibu yang terserang HIV memanglah memerlukan pertimbangan pada untung serta ruginya.

Tetapi menurut saran WHO, pemberian ASI ini tetaplah diharuskan sebab ASI tetaplah makanan paling utama untuk bayi yang baru lahir.

Lagipula, resiko penyebaran ini dapat dihindari dengan mengkonsumsi ARV yang sepanjang kehamilan, persalinan,

serta menyusui yang turunkan resiko penyebaran pada bayi sampai sebesar 42%.

0 komentar:

Posting Komentar